Tragedi Pembagian Sembako di Monas

Tragedi Pembagian Sembako di Monas
Tragedi Pembagian Sembako di Monas 

Komariyah masih tetap terpukul. Ia selalu kembali kenang putranya MRS yang sudah tidak ada. Bocah 10 th. itu wafat dunia pada Minggu 30 April 2018 lantas, satu hari sesudah acara pembagian sembako di Monas. 

" Ya Allah, saya tidak ada rekannya sekali lagi... Saya kelak sendiri, " kata wanita 49 th. itu, nelangsa, pada Liputan6. com, Kamis (3/5/2018). Anak-anak beda, yang semakin besar, telah bekerja. 

Komariyah menceritakan, pada Sabtu pagi, ia serta putranya pergi dari tempat tinggalnya di Pademangan, Jakarta Utara. Dengan kupon di tangan, mereka semangat menuju Monas. Konon, ada pembagian sembako gratis, bisa makan siang, serta berpeluang memenangi undian hadiah. 

Dengan warga yang beda, mereka menumpang bus yang disiapkan panitia, pergi dari Ruko Permata Ancol. Jam 10. 00 WIB, mereka tiba di lokasi Monas. 

Tetapi, keadaan di lokasi pembagian sembako di Monas tidak seindah bayangan. Warga tidak segera memperoleh paket yang dijanjikan. Yang memiliki kupon mesti hampiri stan untuk stan, untuk memperoleh beras, gula, minyak, kupon makan, kupon hadiah, dan sebagainya. Itu bermakna mereka tidak cuma antre sekali. 


Share on Google Plus

About Mandiri188

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar