Pedagang Kaki Lima Kini Tidak Terusir Lagi

Pedagang Kaki Lima Kini Tidak Terusir Lagi

Pedagang Kaki Lima Kini Tidak Terusir Lagi



Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) resmi menjalin kerja sama dengan Bank Jateng tentang pemberian fasilitas jasa dan layanan perbankan bagi pedagang kaki lima (PKL).

Menandai kerja sama tersebut, Ketum DPP APKLI Ali Mahsun dan Direktur Operasional dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng Hana Wijaya melakukan penandatanganan nota kesepahaman oleh dengan di Kantor Gubernur, Selasa (8/5/2018).

"APKLI dan Bank Jateng ingin melakukan langkah bersama untuk mendongkrak akses permodalan pedagang kaki lima di seluruh wilayah Jateng. Mudah-mudahan perjanjian kerja sama antara APKLI dan Bank Jateng ini bisa segera memberikan manfaat. Sehingga ekonomi rakyat akan mengalami perputaran yang jauh lebih efektif dan bisa mendongkrak daya beli masyarakat," ujar Ali dalam keterangan tertulisnya.

Ali menjelaskan pemberian fasilitas jasa dan layanan perbankan dari Bank Jateng menjadi agenda prioritas. Hal ini dilakukan agar PKL se-Jawa Tengah mendapatkan akses permodalan dengan cara yang mudah, cepat, dan bunganya terjangkau.

Ia juga berharap kerja sama tersebut dapat diterapkan di seluruh kabupaten/kota di Jateng, DKI Jakarta, dan Yogyakarta. Mengingat banyak PKL di wilayah tersebut yang tergabung dalam APKLI. Pihaknya juga menyampaikan ucapan terima kasih atas komitmen Pemprov Jateng dalam memberdayakan PKL dan memberikan kemudahan akses modal bagi mereka.

"Kami haturkan terima kasih kepada Bapak Heru Sudjatmoko yang telah berkenan berkomitmen dengan APKLI dalam rangka memberdayakan PKL di Jawa Tengah," ujar Ali pada Plt Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko yang turut hadir dalam acara ini.

Sementara itu, Heru mengatakan fasilitas pemberdayaan dan pemberian kemudahan akses modal bagi PKL seperti kerja sama APKLI dengan Bank Jateng ini merupakan upaya konkret Pemprov Jateng untuk melaksanakan amanah konstitusi.

"Pesan konstitusi jelas sekali bahwa pemerintah Indonesia ada untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Dalam hal ini, melindungi bisa dimaknai melayani atau memfasilitasi yang berlaku untuk semua (lapisan masyarakat). Bukan hanya pedagang besar (yang difasilitasi), tetapi juga pedagang mikro," ujarnya.

Mantan Bupati Purbalingga itu juga berpesan pada PKL agar bisa semakin melayani pembeli secara prima sehingga nantinya pelanggan akan bertambah. Ia pun mengingatkan PKL untuk mengangsur kredit secara rutin sesuai ketentuan perbankan.

"Untuk para pedagang, layanilah pelanggan dengan baik. Nanti saat waktunya ngangsur, ya ngangsur," pesan Heru.

Direktur Operasional dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng Hana Wijaya menegaskan bahwa Bank Jateng siap memfasilitasi pedagang mikro, termasuk para PKL, untuk mendorong usaha produktif mereka melalui produk-produk perbankannya. Seperti Mitra 25 yang menawarkan maksimum plafon sebesar Rp 25 juta dengan bunga rendah.

"Bank Jateng juga memiliki plafon dari pemerintah pusat untuk kredit usaha rakyat sebesar Rp 350 miliar. Ini juga bisa dimanfaatkan oleh teman-teman APKLI dengan bunga yang relatif murah, hanya 7%. Ruang lingkup lain yang bisa Bank Jateng siapkan adalah tabungan bagi para pengusaha mikro di APKLI," jelasnya.
Share on Google Plus

About Mandiri188

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar