Negara Yang Kaya Raya Kini Mengalami Kritis Tak Berujung

Negara Yang Kaya Raya Kini Mengalami Kritis Tak Berujung

Negara Yang Kaya Raya Kini Mengalami Kritis Tak Berujung

Brunei Darussalam memperoleh kemerdekaannya dari Inggris pada 1 Januari 1984. Sebuah negara berdaulat yang terletak di pantai utara pulau Kalimantan di Asia Tenggara . Selain garis pantai dengan Laut Cina Selatan , negara ini benar-benar dikelilingi oleh negara bagian Sarawak di Malaysia . dengan Populasi Brunei adalah 423,196 pada tahun 2016.

Brunei Darussalam dikenal sebagai negara yang kaya raya. Keberhasilan ekonominya sangat bergantung pada ekspor minyak dan gas, ditambahlagi jumlah penduduk yang sedikit dan harmoni. Namun saat ini kondisi negara kesultanan tersebut di perkirakan akan mengalami krisis tak berujung.

Minyak ditemukan pada tahun 1929 setelah beberapa kali percobaan tanpa hasil. Dua pria, FF Marriot dan TG Cochrane, MInyak dan Gas alam telah telah menjadi dasar perkembangan dan kekayaan Brunei. Sejak akhir abada ke-20. mencium bau minyak dekat sungai Seria pada akhir tahun 1926. [44] Mereka memberi tahu seorang geofisikawan , yang melakukan survei di sana.

Memiliki pemasukan 90% negara berasal dari tambang minyak namun tidak memiliki tenaga kerja yang terampil yang mampu mengolah energi tersebut. Minyak mentah dan bahan bakar yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk di perbaharui, hal ini tentu semakin mempersulit negara.

Dengan merosotnya negara tetanga ini, Indonesia terancam kehilangan investasi RP 300 Triliun tiap tahunnya. Krisi yang di alamai Brunei ini menjadi pelajaran bagi Pemerintah Indonesia,untuk menghasilakan sumber daya manusia yang dapat mengelolah sumber daya alam.












Share on Google Plus

About Mandiri188

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar