Mengenang Kembali Tragedi 1998

Mengenang Kembali Tragedi 1998



1998 merupakan Tahun yang ramai dengan aksi-aksi di jalan raya. Merupakan salah satu
ekspresi masyarakat dalam menyampaikan pendapat, yang sampai saat ini masih di gunakan
di Indonesia mau pun di luar Negeri.

Tragedi Trisakti adalah salah satu peristiwa penembakan, pada tanggal 12 Mei 1998, terhadap
mahasiswa pada saat demonstrasi menuntut Soeharto turun dari jabatannya. Kejadian ini
menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta,Indonesia serta puluhan lainnya luka.
bukan hanya itu saja Rumah,fasilitas umum pun ikut menjadi sasaran.

menelan nyawa empat orang yang namanya abadi hingga kini, yakni Elang Mulia Lesmana
(Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur), Hafidhin Royan (Fakultas Teknik
Sipil dan Perencanaan Jurusan Teknik Sipil), Hery Hartanto (Fakultas Teknologi Industri), dan
Hendriawan Sie (Fakultas Ekonomi).

perlawan aparat keamanan menyerang mahasiswa dengan tembakan dan gas air mata.
Membuat Rombongan mahasiswa pun panik dan berlarian menuju kampus.
Penembakan oleh aparat makin membabi buta dan melibatkan sejumlah penembak jitu.
Peluru karet maupun peluru tajam berhamburan. Aparat tanpa senjata api memukuli mahasiswa
dengan pentungan atau memakai tangan kosong, disertai tendangan, injakan, dan melemparkan mahasiswa ke sungai.
Hal ini merupakan tindakan-tindakan brutal dan immoral yang dilakukan
oleh pihak aparat keamanan dalam mengamankan aksi keprihatinan mahasiswa.

Keadilan masih diperjuangkan sampai detik ini oleh para orang tua korban dan elemen sipil lain yang perduli.Korban tak hanya jatuh di peristiwa berdarah tersebut, namun juga Tragedi Semanggi I dan II.
keluarga korban dan para simpatisan yang peduli dengan penegakan HAM mengenakan baju hitam
tanda duka dan menggelar aksi diam di depan Istana Merdeka  sejak 18 Januari 2007.

Pada 18 Januari 2017, aksi mereka sudah genap mencapai 476 kali dan terus berlangsung hingga hari ini. Mereka menuntut agar otak pembunuhan yang masih berkeliaran di luar sana untuk segera diadili.


Share on Google Plus

About Mandiri188

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar