AGEN BOLA - KPK memiliki rumah sekap untuk mengondisikan saksi palsu

AGEN BOLA - KPK memiliki rumah sekap untuk mengondisikan saksi palsu

AGEN BOLA - KPK memiliki rumah sekap untuk mengondisikan saksi palsu

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyikapi pernyataan Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Masinton Pasaribu yang menyebutkan KPK mempunyai tempat tinggal sekap untuk mengondisikan saksi palsu. " Sayang sekali ada yg tidak dapat membedakan pada safe house untuk keperluan perlindungan saksi, dengan tempat tinggal sekap, " tutur Febri, pada Kompas. com, Sabtu (5/8/2017).

" Semestinya, jadi anggota DPR, yang berkaitan bisa membedakan hal itu, " lanjut dia. Febri mengungkap, sekarang ini ada beberapa pihak yang tengah kuatir karna pernyataan bekas Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Pasalnya, Nazarudin sudah buka peranan banyak pihak dalam beberapa perkara korupsi.

" Nazarudin telah buka peranan banyak pihak dalam beberapa masalah korupsi yang besar-besar, termasuk juga e-KTP, " tutur Febri. Febri menyatakan, KPK tidaklah terlalu perduli dengan tudingan tidak mendasar, serta akan tidak ciut atau kendur mengatasi perkara korupsi. " Hal itu akan tidak buat KPK berhenti mengatasi masalah besar, seperti e-KTP serta BLBI yang tengah dikerjakan sekarang ini. Kelak orang-orang juga akan menilainya sendiri, " tutur Febri.

Pada waktu lain, Masinton mengatakan pihaknya memperoleh info masalah aksi tidak cocok prosedur yang dikerjakan KPK. Pertama, Pansus memperoleh info kalau penyidik KPK mempunyai dua tempat tinggal sekap untuk mengondisikan saksi palsu dalam satu perkara. " Ada dua tempat tinggal sekap. Satu apartemen di daerah Kelapa Gading, satu sekali lagi di daerah Depok, " tutur Masinton, di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu siang.

" (Penyidik KPK) menyekap orang yang jadikan jadi saksi palsu yang juga akan dikondisikan jadi saksi palsu, " ucap Masinton. Dalam sistem penyekapan sekalian pengondisian saksi palsu itu, menurut Masinton, penyidik KPK juga menyertainya dengan aksi kekerasan. Ke-2, kata Masinton, Pansus Hak Angket KPK juga memperoleh info kalau KPK lakukan praktek ganti guling masalah. Ke-3, Pansus juga temukan kenyataan kalau KPK " membina " koruptor. Hal tersebut terkait dengan sangkaan kehadiran mafia penyitaan aset di instansi antirasuah itu.

" Ada koruptor yang dibina oleh KPK. Siapa itu? Nazaruddin. Saya sebut saja. Ada aset yang tuturnya telah diambil alih, namun dikelola oleh tangan beda. Ada mafia sita aset didalam, " tutur Masinton. Masinton menyatakan, juga akan memaparkan temuan-temuan itu dalam rapat Pansus Hak Angket KPK setelah itu. " Kelak kami buka semua di Pansus, " tutur dia.
Share on Google Plus

About Mandiri188

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar