AGEN BOLA - Dua bulan buron, pemerkosa adik ipar di Muratara diringkus polisi

AGEN BOLA - Dua bulan buron, pemerkosa adik ipar di Muratara diringkus polisi

AGEN BOLA - Dua bulan buron, pemerkosa adik ipar di Muratara diringkus polisi

Sesudah dua bulan buron, S (35) dibekuk polisi dalam pelarian dirumah rekannya di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. S adalah aktor perkosaan pada adik iparnya sendiri yang masih tetap duduk di bangku SMA berinisial SA (17).

Momen itu berlangsung waktu keluarganya berlibur memakai mobil Daihatsu Xenia di Simpang PT Galtam, Desa Lubuk Mas, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara, awal Juli kemarin. Tersangka memohon keluarga turun terlebih dulu karna juga akan pergi ke satu tempat dengan korban.

Waktu cuma berdua didalam mobil, korban diancam aktor dengan pisau bila lakukan perlawanan. Senang melampiaskan nafsunya, tersangka meninggalkan korban di jalan. Akhirnya, korban pulang ke tempat tinggal serta mengadu ke keluarga yang berbuntut pelaporan ke polisi.

Kasat Reskrim Polres Musi Rawas, AKP Satria Dwi Darma mengungkap, tersangka di tangkap sesudah lakukan perburuan cukup lama oleh penyidik. Tersangka berpindah-pindah tempat hingga buat petugas kesusahan.

" Pada akhirnya tersangka kita tangkap waktu bersembunyi dirumah rekannya awal hari barusan. Peristiwanya dua bulan lantas serta korban yaitu adik iparnya sendiri, " ungkap Satria, Jumat (25/8).

Dikatakannya, terkecuali masalah perkosaan pada anak dibawah usia, tersangka juga terancam memperoleh sangsi berat beda sesuai sama Undang-undang Darurat Th. 1951 mengenai kepemilikan senjata api ilegal. Sebab, petugas temukan pistol rakitan serta tiga butir peluru aktif dari tangannya.

" Mungkin tersangka ikut serta kejahatan beda, saat ini masih tetap kita sistem. Tanda bukti telah kita sita, " ujarnya.
Share on Google Plus

About Mandiri188

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar